Showing posts with label Kopi Puisi. Show all posts
Showing posts with label Kopi Puisi. Show all posts

Kumpulan puisi Idris Wahid

Puisi-puisi Idris Wahid

Sajak Para Malaikat

Puisi yang belum selesai, kini membangunkan aku dari mimpi hidup,
ia menemui malaikat Rahman agar segera menancapkan kembali kesadaranku,
ia menghadap malaikat Rahim agar bergegas mengadzaniku.
Ia bentak-bentak para pengawal ruang sadarku, ia  maki-maki para ksatria jiwaku.
seakan ia tak rela jika tinta ini habis sebelum masanya, ia tak mengijinkan kertas ini sobek
sebelum liurku mengendap atas namanya.
Tetapi ia tak murka, semurka maunya, tetapi ia tak menangis semiris keluhnya.
Silahkan Kekasih membongkar wajah kemalasyan ini,
Cobalah jebol pagar pembatas kesungguhan ini. Sampai ada lubang untuk aku biacara

Universitas TIM Cikini

Nyanyian Kenangan

Siapa sangka kalau kita sudah merdeka
Satu abad rasanya
Kebangkitan Nasional dikenang dilayar lebar
Namun siapa nyana
Jika sekedar tema seminar, workshop
Atau bahkan simposium kebangsaan

Siapa bilang negeri kita loyo,

Kebangkitan ultra nasional
Perayaan semangat juang
Selebrasi kaum TNI-POLRI
Bertumpah ruah di negeri ini

Siapa sangka air mata leluhur
Menjadi menu ice jus dan batagor
Disajikan lengkap pernak-pernik bangsawan
Berharap bisa nyapres tahun depan

Siapa bilang negeri ini hina,

Dengan latar kraton Jawa
Kepongahan sang begawan
Menjelma betebar roh-roh
Kemengahan singgasana

Siapa bilang negeri ini miskin,

Emang kalian tak ngerti
Kalau kita ini gemah ripah loh jinawi
Menjadi platform Indonesia sejati
Meskipun dalam mimpi

Bukit Bintang, Malaysia/2010

Jejak

Nasehat Untuk “terkasih”
Diayun ayun dengan cara apa lagi, agar kekasih sanggup menanti
Selendang iradzah itu menempel diranum wajah tanpa lelah,
Harus dengan cara apa lagi, agar kekasih sungguh terkasih.
Sementara ratusan, bahkan puluah ribu mata meminta jawab tanpa tanya
Memejamkan hati untuk meniadakan rasionalitasnya
Kekasih,
Kau jangan ikut mengumpat.
Sebab kata adalah jaminan pintu selamat
Kau jangan ikut berserak
Sebab  perceraian menyumbat rahmat yang sebentar lagi mampir
Kekasih,
Sudah sediakan saja tempayan cintamu untuk sarapan kita kelak
Akupun sudah rindu dengan pagi yang selalu kau temani
Ini bukan rayuan ataupun bualan lelaki masa kini,
Ini juga bukan permintaan, melainkan keharusan Adamiyah

PBNU, 2012

Berdirilah

Aku berlari diatas bara
yang terbuat dari fatwa dan sejarah
riuh angin fajar
mendesir embun dedaun Tuhan

Aku berendam di Pasir Sungai
Merindu pesakitan akal
Liur darah hidup menyelinap sepi
selalu kunanti dan kurengkuh sendiri

musola pbnu, 2012

Nihayah

aku bertutur pada rimba nihayahku
menyandarkan lelah usai pengembaraan
aku berjejal disemak persemayaman
sekadar mengumam senyum diperbatasan

Nyanyian Sebrang

sudah sampai waktunya
cendawan madu mengulurkan layurnya
berbatas resah diatap basah

Indahnya Kerudung

Kerudung yang kubawakan untukmu, Sayangku
Masih hafalkah warnanya
Sarung sutra yang kau pinjamkan untukku, Sayangku
Masih kusimpan dalam kenangnya
Rukoh yang kau titipkan padaku, kekasihku
Masih tertata rapih sedia kala
Bahkan sesekali tetangga meminjamnya

Pada sore yang binar
Aku melihatmu telanjang bulat
Memakan senja seolah petang menjemput
Moleknya tubuh hawa

Semangat yang aku titipkanpadamu, Sayangku
Masihkah kau jaga untukku
Masihkah kau memimpi menjadi aku
Sudahlah sayangku bangun dari tidurmu

Perawan itu aku jaga
Melebihi perjakaku
Nafsumu aku bungkam
Dengan nafsu cita desaku

Bangkok, Thailand/ 2010

Sekolah Asal-Asalan

Bapak guru yang terhormat
Aku memang banyak tingkah
Tapi aslinya khidmat
Ajukan konsep perubahan
Berdalih investasi masa depan
Ujung-ujungnya sich bantuan finansial

Bapak guru yang tercinta
Program dan kebjikanmu numpuk
Berjejal menghiasi lantai marmer
Layaknya kantor kementerian

Ambisimu sibuk
Dengarkan khotbah para tetangga
Investor asing siap membeli gedung kita

Kualitas murid itu nomor dua
yang utama itu bantuan selalu ada
kualitas guru itu nomor tiga
yang penting itu status sekolahannya

Pasar Bugis, Singapure/2010

Pasrah

Aku hanya bisa
Jadi hinaan yang
Sederhana

Maka aku bertaut
Bersama fitnahnya

Memungkinkan
Atau tidaknya

Memang demikian adanya

Hat-Yai, Thailand 2010

Puisi Karena kau adalah jiwaku

Tak ingin berhenti.
Meski hujan terus saja basahi bumi.
Basahi hati.
Basahi cinta.
Basahi rasa.

Meski kau tertawa menatap kekuyupanku.
Kadang dlm gigil dan igauan.
Karena aku punya cinta.
Karena aku punya jiwa.
Karena aku punya hati.

Kita semua masih meraba dan selalu tak merasa yakin.
Matahari memberi kehidupan.
Malampun juga memberi kehidupan.
Panas dan dingin.
Terik dan hujan.
Tangis dan tawa.
Bahkan sikecoa itupun juga .
Atau jadah yg kau anggap paling hina.

Tidak...
Tidak...
Semua ada gunanya.
Meskipun nyamuk.

Puisi akan terus bergulir dimana kumau dan tak kumau.
Dalam diam dan gulita.
Dalam sepi dan nyata.
Rimanya tetap sama indahnya.
Seperti dirimu adanya.

Puisi Mayapada Javapusakaningrat

MAYAPADA JAVAPUSAKANINGRAT
Oleh Wisnu Guntur Samudra

Mata kodak terpaku loka tak bertuan
Gemah ripah loh jinawi
Julukannya
Kudapan budaya sarat nuansa makna
Takkan lindap kendati termakan zaman

Masehi.

Dora , Sembada utusan Ajisaka
Berputih tulangsetelah mengadu senjata
Mungkin tak berpedang, namun bersenjata
Kelumit gandeng kata
Mewedar semarak panah Sang Aji

Tertoreh dalam secarik lontar.
Bertikam hikayat epik nan mencekam :

// Ha Na Ca Ra Ka
Mukti kawisesaning Sang Hyang Agung
Harap insan dalam antero purnama Ilahi
Cinta sejati terbersit dari nurani
Kobarkan hasrat sampai aki nini

// Da Ta Sa Wa La
Hidup berbalut apa adanya
Pandang visi nan jauh di mata
Tularkan untaian kasih bak kasih Tuhan
Arungi sinus implikasi
Tanpa batas

// Pa Dha Ja Ya Nya
Memahami kodrat
Hingga detak tak berdegup
Pun nafas tak terhembus

// Ma Ga Ba Tha Nga
Selaras diri bersatu dengan alam
Melucuti ego nan sekian terpendam
Lahirkan indraloka
Bersimpangan bujur dan melintang

Puisi Sajak Embun

Sajak Embun

Karya  Ahmadun Yosi Herfanda

Hanya karena cinta embun menetes
dari ujung bulu matamu, membasahi
rumput dan daun-daun, lalu meresap
ke jantungku. cacing-cacing pun berzikir
padamu, mensyukuri kodratnya tiap waktu

siapa yang menolak bersujud padamu
yang tak bersyukur karena karuniamu?
barangkali hanya orang-orang congkak itu
orang-orang yang berjalan dengan kepala
mendongak ke langit sambil melirik
dengan cibiran harimau

hanya karena cinta hujan menetes
dari sudut pelupuk matamu, membasahi rambutku
menyusup ke pori-pori tubuh, syaraf dan nadi
menghijaukan kembali taman hatiku
burung-burungpun bernyanyi karenaku
berzikir dan bersujud padamu
– ya allah, ampuni adaku padamu!

Puisi Emha Ainun Najib berjudul Ketika Engkau Bersembahyang

Ketika Engkau Bersembahyang

Karya Emha Ainun Najib

Ketika engkau bersembahyang
Oleh takbirmu pintu langit terkuakkan
Partikel udara dan ruang hampa bergetar
Bersama-sama mengucapkan allahu akbar

Bacaan Al-Fatihah dan surah
Membuat kegelapan terbuka matanya
Setiap doa dan pernyataan pasrah
Membentangkan jembatan cahaya

Tegak tubuh alifmu mengakar ke pusat bumi
Ruku' lam badanmu memandangi asal-usul diri
Kemudian mim sujudmu menangis
Di dalam cinta Allah hati gerimis

Sujud adalah satu-satunya hakekat hidup
Karena perjalanan hanya untuk tua dan redup
Ilmu dan peradaban takkan sampai
Kepada asal mula setiap jiwa kembali

Maka sembahyang adalah kehidupan ini sendiri
Pergi sejauh-jauhnya agar sampai kembali
Badan di peras jiwa dipompa tak terkira-kira
Kalau diri pecah terbelah, sujud mengutuhkannya

Sembahyang di atas sajadah cahaya
Melangkah perlahan-lahan ke rumah rahasia
Rumah yang tak ada ruang tak ada waktunya
Yang tak bisa dikisahkan kepada siapapun

Oleh-olehmu dari sembahyang adalah sinar wajah
Pancaran yang tak terumuskan oleh ilmu fisika
Hatimu sabar mulia, kaki seteguh batu karang
Dadamu mencakrawala, seluas 'arasy sembilan puluh sembilan

Puisi Satu Malam di jalan Braga

SATU MALAM DI JALAN BRAGA
Karya Sufiono,-

Hamparan braga terbentang batu-batu alam
diselimut dingin gemerlap cahaya lampu
tumbuh berserakan bunga-bunga dunia
bercengkerama terselip cinta sesaat
dari caffe trotoar sang juru parkir
tak henti-hentinya melayani tamu bergentayangan
senandung kecapi terseok-seok tarian jemari
tergerus alunan barat menepis priyangan
sedikitpun tak merasa prihatin
campu dan bajigur tak ada lagi bersanding
berselempang sarung berkebaya lugu
hanya seronok hamburger empuk dimanjakan
dompet tebal saweran bergizi
tertatih-tatih mengembalikan priangan asli
filter tameng di hati sendiri.

Bandung, 6 Juli 2014

Puisi Perjalan Kelangit

Perjalanan Ke Langit

Karya Kuntowijoyo

Bagi yang merindukan
Tuhan menyediakan
Kereta cahaya ke langit
Kata sudah membujuk
Bumi untuk menanti

Sudah disiapkan
Awan putih di bukit
Berikan tanda
Angin membawamu pergi
Dari pusat samudera

Tidak cepat atau lambat
Karena menit dan jam
Menggeletak di meja
Tangan gaib mengubah jarum-jarumnya
Berputar kembali ke-0

Waktu bagi salju
Membeku di rumputan
Selagi kaulakukan perjalanan.

Puisi Emha Ainun Najib berjudul Tahajud Cintaku


Tahajjud Cintaku

Karya Emha Ainun Najib

Maha anggun Tuhan yang menciptakan hanya kebaikan
Maha agung ia yang mustahil menganugerahkan keburukan

Apakah yang menyelubungi kehidupan ini selain cahaya
Kegelapan hanyalah ketika taburan cahaya tak diterima

Kecuali kesucian tidaklah Tuhan berikan kepada kita
Kotoran adalah kesucian yang hakikatnya tak dipelihara

Katakan kepadaku adakah neraka itu kufur dan durhaka
Sedang bagi keadilan hukum ia menyediakan dirinya

Ke mana pun memandang yang tampak ialah kebenaran
Kebatilan hanyalah kebenaran yang tak diberi ruang

Maha anggun Tuhan yang menciptakan hanya kebaikan
Suapi ia makanan agar tak lapar dan berwajah keburukan

Tuhan kekasihku tak mengajari apa pun kecuali cinta
Kebencian tak ada kecuali cinta kau lukai hatinya

Kumpulan Puisi Kahlil Gibran

              Kumpulan Puisi Kahlil Gibran
Selamat siang blogger,ada beberapa buah puisi karya pujangga besar dunia Kahlil Gibran saya share siang ini.Semoga saja ini menjadi hiburan buat hati yg lagi resah...yuuu simak baik baik...




Anak.
Dan seorang perempuan yg mengendong bayi dalam dekapan dadanya berkata.Bicaralah kepada kami perihal anak.
Dan dia berkata.Anak anakmu bukanlah anak anakmu.
Mereka adalah anak anak kehidupan yg rindu akan dirinya sendiri.Mereka dilahirkan melalui engkau tapi bukan dirimu.Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu.
Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu tapi bukan pikiranmu.karena mereka memiliki pemikiran sendiri.Engkau bisa merumahkan tubuh tubuh mereka,tapi bukan jiwa mereka..Karena jiwa jiwa itu tinggal dirumah hari esok,yg tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi.
Engkau bisa menjadi mereka,tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu.Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada dimasa lalu
Engkau adalah busur busur tempat anakmu menjadi anak anak panah yg hidup diluncurkan.Sang pemanah telah membidik kearah keabadian dan ia meregangkanmu dengan kekuatannya,sehingga anak anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh.Jadikanlah tarikan sang pemanah itu sebagai kegembiraan.




CINTA
Lalu berkatalah Almitra.Bicaralah pada kami perihal cinta.
Dan mengangkatkan kepalanya dan memandang kearah kumpulan manusia itu.Dan keheningan menguasai mereka.Dan dengan suara lantang dia berkata:
Pabila cinta menggamitmu,ikutlah ia,walaupun jalannya sukar dan curam.Pabila ia mengepakkan sayapnya.Engkau serahkanlah dirimu kepadanya,walaupun pedang yg terselip pada sayapnya akan melukai dirimu.
Pabila ia berkata kata percayalah padanya,walupun suaranya akan menghancurkan mimpimu,seperti angin utara yg memusnahkan taman taman,karena sekalipun cinta memahkotakanmu,ia juga akan mengorbankanmu.Walaupun ia menyuburkan dahan dahanmu,ia juga mematahkan ranting rantingmu.
Walaupun ia memanjat dahanmu yg tinggi dan mengusap ranting rantingmu yg gemetar dalam remang cahaya matahari,ia juga turun ke akar akarmu dan menguncangkan sari perut bumi.
Seperti seberkas jagung.ia akan mengumpulmu untuk dirinya,membantingmu sehingga engkau bogel.mengayakakanmu sehingga terpisah dari kulitmu.mengisarkanmu sehingga menjadi putih bersih.mengulimu agar kamu mudah dibentuk dan selepas itu membakarmu diatas bara api.Agar kamu menjadi sepotong roti yg diberkati.Untuk hidangan kenduri tuhanmu yg suci.


Wajah wajah.
Waktu tak pernah adil.
Kadang ia berikan waktu yg panjang untuk kesedihan.
Dan ia berikan waktu yg sangat pendek untuk merecap kebahagiaan.
Namun nikmat Nya yg manakah yg harus kudustai?...

Panjang pendek waktu harus kunikmati.
Sedih ku syukuri,bahagia kusyukuri.
karena hidup hanya sekali.


Ketika kusedih
kuingat mereka yg sedikitnya mengingatku.
Agar ingatan mereka tentangku tak kan pernah pudar.

Ketika kubahagia.
Kuingat mereka yg sedang sedih.
Agar aku datang dan menghibur mereka,
Atau menangis bersama.

Cinta...Rindu...Benci...Cemburu.
Sudah tak ingin kurasakan lagi.
Tak mungkin memulai kisah yg tak mungkin terjadi.

Hanya kasih yg kutebarkan,hanya kasih...

Maka kupejamkan mata dan mengingat wajah wajah..
Wajah wajah yg pernah mengenalku satu persatu.
Wajah wajah yg dengan mengingatnya kujadi bahagia
Dan salah satu wajah itu adalah KAU...






Musim dingin.
Dekatlah kemari,oh teman sepanjang hidupku
Dekatlah padaku,dan jangan biarkan sentuhan musim dingin mencelah diantara kita.
Duduklah disampingku didepan tungku.
Sebab nyalaan api adalah satu satunya nyawa musim ini.

Bicaralah padaku tentang kekayaan hatimu.
Yg  jauh lebih besar daripada unsur alam yg menggelodak diluar pintu
Palanglah pintu dan patri engselnya.
Sebab wajah angkasa menekan semangatku.dan pemandangan ladang ladang salju.
Menimbulkan tangis dalam jiwaku.

Tuangkan minyak kedalam lampu,jangan biarkan ia pudar,
Letakkan dekat wajahmu,supaya aku boleh membaca dalam tangis,
Apa yg telah ditulis pada wajahmu.
Tentang kehidupan kau bersamaku.

Berilah aku anggur musim gugur,dan mari minum bersama sambil
Mendendangkan lagu kenangan pada ghairah musim bunga dan layanan hangat musim panas,serta anugerah tuaian musim gugur.

Dekatlah padaku,oh kekasih jiwaku,api mendingin dalam tungku
Menyelinap padam nyalanya satu satu
Dari timbunan abu
Dekaplah aku,sebab aku ngeri akan kesepian
Lampu meredup,dan anggur minuman membuat mata sayu mengatup
Mari kita saling berpandangan sebelum mata tertutup.

Cari aku dalam rabaan,
Temui aku dalam pelukan
Lalu biarkan kabut malam merangkul jiwa kita menjadi satu

Kucuplah aku,kekasihku
Karena musim dingin telah merenggut segala
Kecuali bibir yg berkata:
Engkau dalam dekapan,oh kekasihku abadi
Betapa dalam dan kuat samudera lena
Dan betapa cepatnya subuh...

Batu Kelapa.
Dua muda bercermin cahaya
Sesaat terik melepas biasnya diperigi harap
Jengkal waktu merayap malas
Bertali dua perempuan paruh
Nafas luruh ditepi
Daun kaca;
Merayu sepasang batu kelap,terpukul nyata
Keajaiban bagai memikat beliung rasa dua muda itu
Dan gegas melambung paruh demi sepasang batu kelapa;
Memundak gersang terka

Tak lama batu kelapa menanak santannya ditempurung berekor bulu
Mengasah dua muda untuk menilik;

Adanya kisah batu dikelapa selepas gelap.

Puisi Entah Karya Endah Ayunda

ENTAH
Oleh Endah Ayunda
Ada sesak yang kian hari menguji sabarku
Ada setitik air jenuh yang sewaktu-waktu siap menerobos celah sempit dimata ku
Ada ganjalan besar yang kian hari tidak tau akan berkurang atau bertambah besar
Ada hati yang terbalut karena sesuatu yang tidak akan pernah sanggup untuk dijelaskan
Memang tidak mudah,
sangat tidak mudah,
Berdiri tegak, berjalan sempurna, berlari hebat
Hal yang menyakitkan bagi ku
Entah, selalu kata entah yang terlintas dalam semua bayang-bayang ini
entah apa yang aku rasa, entah apa yang terjadi dan entah apa yang menyebabkan semuanya begini
Terkadang memang sulit, hati yang menangis walau air mata terasa sudah habis
kaki yang harus tetap berjalan walau daya tak mampu menggerakan
Entah..
Apa yang ku rasakan
Entah..
apa lagi yang harus aku tuliskan
Terkadang sesuatu yang dianggap sulit akan berubah begitu cepat menjadi lebih mudah
Huufftt..
Akan ku syukuri apa yang tengah ku rasakan kemarin, kini dan nanti.
Untuk semua, untuk mereka dan untuk diri ku sendiri :)

Puisi surat cinta dari sangkakala

Surat Cinta Dari Sangkakala
Karya: Acep Syahril


Ya Allah
telah kami terima surat cintamu
tertanggal hari ini yang dikirim peniup
seruling sejati diantara kealfaan dan
keasyik masyukkan kami surat cinta yang
engkau tulis dengan tinta biru sebagai
tanda kasih dan maha sayangmu surat cinta
yang begitu panjang menegangkan yang engkau
tulis tak sampai dalam satu tarikan nafas
membuat kami terus menangis terisak tersedu
membaca gugusan kata-kata hancur berserak dengan
tubuh dan nyawa terlunta-lunta
Surat cinta yang bercerita tentang tanah darat
laut udara sebagai ungkapan rindumu yang membuat
kami malu kami tau inilah surat cintamu yang
telah engkau janjikan itu dan telah kami terima
saat mata hati dan perasaan kami menjauh fana
Ya Allah
inikah surat cintamu dengan segala
keputusan yang harus kami terima selain bencana
korupsi yang nyaris membuat kami hilang akal
dan putus asa surat cinta yang kertasnya
lembab di tangan kesedihan tak berkira dengan
torehan luka maha dalam
surat cinta yang bercerita tentang hujan dan panas
surat cinta yang bercerita tentang air berwajah
beringas dengan lidah api dari laut lepas surat
cinta yang bercerita tentang angkasa dan
burung-burung meranggas
surat cinta yang bercerita tentang pohon-pohon
dan akar yang dikelupas
surat cinta yang bercerita tentang tanah pasir
dan lendir panas
surat cinta yang bercerita tentang tanah
rumah dan nyawa yang hilang nafas
Ya Allah
inikah surat cintamu yang penuh cemburu itu
yang dikirim peniup seruling sejatimu
disaat kami lupa mengingat dan merayumu
surat cinta yang memang sepatutnya kami terima
sebagai bukti bahwa kau benar-benar maha
mencintai sementara kami berpaling dari kemaha
asih dan sayangmu
Ya Allah
maafkanlah kami yang telah berselingkuh dari
kemaha setiaanmu dan berpaling ke cinta yang
tak kau ridhoi dengan menabur fitnah hasut dan
saling ingin menguasai tanah sekerabat sedarah
seurat tanah yang kau ciptabentang tegakkan urat
yang kau sebarsuburkan dan darah yang kau
alirhidupkan telah kami
rusak dengan saling mencacah menumbuk
penuh takabur dengan kekuatan
kerakusan dan keserakahan
tapi kini apa yang kami cintai itu telah
engkau ratakan dengan tanah harta tahta
dan dunia berubah runta darah daging dan tulang
membusuk dimana-mana
Sekarang kami tak tau di mana ayah di mana
ibu di mana anak di mana adik di mana kakak
di mana ipar di mana keponakan di mana
saudara famili kerabat dan handai tauland
di mana di mana di mana yatim kan kami titipkan
Ya Allah
hari ini kami baru sadar akan jalan pulang
setelah membaca surat cintamu yang panjang
menegangkan surat cinta yang mengingatkan kami
untuk bertandang menemu cahya menemu gulita
menemu alfa menemu cinta
Surat cinta yang mengajarkan kami untuk
pulang ke bilik ke latifa ke bilik ke sadik
ke bilik baqa
ya Allah
ampunilah kami hamba-hambamu yang tak punya
malu ini ampunilah ampunilah ampunilah kami
ya Allah

Puisi Diatas sepotong hati.

Ini tubuhku sayang,dari tulang dan daging,
Yg bisa patah dan busuk.

Mengapa kau masih menatap baju itu?.
Hanya sebentar kupake.
Tak lama dan akan lapuk dirayapi waktu.
Ingatlah.
Itu hanya buat penampilan luar saja yg bisa menipu matamu.
Jangan terpukau rayunya sayang.

Indahnya pelangi di senja itu bukan karena warna nya.

Inilah jiwaku sayang.
Terdiri dari nafas dan nafsu.
Terbangun dari kun dan kullu.

Sudah laah....
Jangan terpukau kicau kenari.
Tapi rasakan siapa yg menyanyi.

30102016.balikpapan YE

Puisi Tuhanku

TUHANKU
Oleh Herawati Mansur

Tuhanku...
Aku bersujud kepadamu
untuk mendapat ridho darimu
Aku menyebut asmamu
untuk memujamu

Tuhanku...
Aku takkan pernah lelah
untuk selalu bersujud kepadamu
Aku takkan pernah letih
untuk selalu menyebut asmamu

Tuhanku...
Tuntunlah aku menuju jalanmu
Ridhoilah aku di setiap langkahku
Rahmatilah aku di setiap aktivitasku

Wahai tuhanku...
Jadikanlah tidurku sebagai ibadahku
Jadikanlah tangisku sebagai pengahapus dosaku
dan Jadikanlah aku bidadari syurgamu .

Puisi Patahnya sayap malaikat

PATAHNYA SAYAP MALAIKAT
Oleh Rahimatus Sania

Aku begitu sakit saat menatap langit
mengharap kamu jatuh untuk datang kepelukan ku
begitu egois nya kah aku?
mengharap seorang malaikat untuk mematahkan sayap nya?

Aku menunggu terus menunggu
berlinang air mata aku menatap mu
dari bawah sini wajah mu begitu memaku
meski aku mencoba untuk beranjak
mata ini masih terus melihat mu

Tidak ada kedamaian yang ku dapat
aku hanya bermimpi buruk
menunggu mu jatuh
aku membisu menahan nafas saat menyadari kamu masih disana

Kata selamat pagi tiada guna nya
karena kamu selalu disamping mentari
apa kamu mendengarkan harapan kosong ku ini?

Tidak bisakah kita jatuh bersama?

Kata kata hikmah Syekh Abil Hasan Assyadzily

Kata Hikmah dari Abul Hasan asy-Syadzili•

Seorang arif adalah orang yang megetahui rahasia-rahasia karunia Allah di dalam berbagai macam bala' dan ni'mat yang menimpanya sehari-hari, dan mengakui kesalahan-kesalahannya di dalam lingkungan belas kasih Allah kepadanya dan bersyukur atas syukur yang mendalam.

Sedikit amal dengan mengakui dan mensyukuri karunia Allah, lebih baik dari banyak amal dengan terus merasakurang beramal.

Andaikan Allah membuka nur (cahaya) seorang mu'min yang berbuat dosa, niscaya ini akan memenuhi antara langit dan bumi, maka bagaimanakah kiranya menjelaskan :"Andaikan Allah membuka hakikat kewalian seorang wali, niscaya ia akan disembah, sebab ia telah mengenangkan sifat-sifat Allah SWT.

Pengelihatanakan yang Haqq telah mewujud atasku, dan takkan meninggalkan aku,dan lebih kuat dari apa yang dapat dipikul, sehingga aku memohon kepada Tuhan agar memasang sebuah tirai antara aku dan Dia. Kemudian sebuah suara memanggilku, katanya " Jika kau memohon kepada-Nya yang tahu bagaimana memohon kepada-Nya, maka Dia tidak akan memasang tiraiantara kau dan Dia. Namun memohonlah kepada-Nya untuk membuatmu kuat memiliki-Nya."Maka akupun memohon kekuatan dari Dia pun membuatku kuat, segala puji itu milik Allah.

Aku di pesan oleh guruku (Abdus Salam ibn Masyisy ra): "Jangan anda melangkahkan kaki kecuali untuk sesuatu yang dapat mendatangkan keridhoan Allah ta'ala, danjangan duduk dimajelis kecuali majelis yang aman dari murka Allah. Jangan bersahabat kecuali dengan orang yang membantu berbuat taat kepada Allah. Jangan memilih sahabat karib kecuali orang yang menambah keyakinanmu terhadap Allah."

Seorang wali tidak akan sampai kepada Allah selama ia masih ada syahwat atau usaha ikhtiarsendiri.

Janganlah yang menjadi tujuan doamu itu adalah keinginan tercapainya hajat kebutuhanmu. Dengan demikian engkau hanya terhijab dari Allah. Yang harus menjadi tujuan dari doamu adalah untuk dapat selalu taat kepada Allah yang memiliki pemelihara dirimu.

Sebelum nyawa terlepas

Kumpulan Puisi Islami
SEBELUM NYAWA TERLEPAS RAGA
Oleh Hartono "Jhon Witir"

Ketika tahta menguasai jiwa
Ketika mimpi tak beralas hati nurani
Tak peduli apa kata mereka
Bahkan Tuhan pun dianggap tiada

Saat logika berpikir nafas tak berakhir
Saat jiwa merasa menang tak kan ada lawan
Tak ada rasa takut akan hari kemudian
Karna rasa itu tlah tertutup bisikan syetan

Sadarlah wahai jiwa yang zolim
Kemenangan yang kau rasa sebenarnya adalah kekalahan

Surga yang kau rasa di dunia, sesungguhnya jalanmu ke neraka

Segeralah bersujud mohon ampunaNya
Sebelum nyawa terlepas dari raga

Tidak kah cukup bagimu tertulis berita
Kematian Fir'aun yang melegenda

Harap dibatas senja

HARAP DI BATAS SENJA
Oleh Natalino Neparasi

Redup tak terselami seberkas cahaya
pangkuan pijakan enggan memelas asa
perlahan kemilau tersapu dari mata
hanya air yang tersisa di ujung harap
impian menetes lembut dari mata
mencari naungan dari aungan srigala
Bayang – bayang di batas senja
kabut hitam menari membungkus mentari
bisikan harap pada angin malam
pinjamkan seberkas cahaya pada rembulan
bintang ukir sejuta kenangan
mata menanam benih – benih harapan
Ku songsong terang dengan balutan angin
tebarkan sejuta riah ke seluruh penjuru
lintasi terjal di persimpangan lembah
meraih angan ditengah pengungsian
membidik langit membunuh sangsi
meskipun kadang tersesat diantara dua jalan - Puisi Galau

Palestina

Oleh Pauz

Nasibmu malang
Malammu tak tenang
Nyawamu terancam melayang

Telan pahit kehidupan
Lelah akan momok tembakan
Seakan kebal dengan tuntutan pengorbanan

Aku bangsamu
Beda nasib, beda tempat
Bersama kekurangan yang menghambat

Nyaliku ingin pula menahan ledakanmu
Nyawaku tak sabar mati sahit bersamamu
Namun sa’at ini hanya do’a yang temani jihatmu

Palestina, islam terancam
Indonesia, islam berang
Yahudi harus di musnahkan

Doa sehelai daun kering -Emha Ainun Najib

Janganku suaraku, ya 'Aziz Sedangkan firmanMupun diabaikan
Jangankan ucapanku, ya Qawiy Sedangkan ayatMupun disepelekan
Jangankan cintaku, ya Dzul Quwwah Sedangkan kasih sayangMupun dibuang
Jangankan sapaanku, ya Matin Sedangkan solusi tawaranMupun diremehkan

Betapa naifnya harapanku untuk diterima oleh mereka Sedangkan jasa penciptaanMupun dihapus
Betapa lucunya dambaanku untuk didengarkan oleh mereka Sedangkan kitabMu diingkari oleh seribu peradaban
Betapa tidak wajar aku merasa berhak untuk mereka hormati Sedangkan rahman rahimMu diingat hanya sangat sesekali
Betapa tak masuk akal keinginanku untuk tak mereka sakiti Sedangkan kekasihMu Muhammad dilempar batu
Sedangkan IbrahimMu dibakar
Sedangkan YunusMu dicampakkan ke laut
Sedangkan NuhMu dibiarkan kesepian
Akan tetapi wahai Qadir Muqtadir Wahai Jabbar Mutakabbir Engkau Maha Agung dan aku kerdil
Engkau Maha Dahsyat dan aku picisan
Engkau Maha Kuat dan aku lemah
Engkau Maha Kaya dan aku papa
Engkau Maha Suci dan aku kumuh
Engkau Maha Tinggi dan aku rendah serendah-rendahnya
Akan tetapi wahai Qahir wahai Qahhar Rasul kekasihMu maíshum dan aku bergelimang hawaí
Nabi utusanmu terpelihara sedangkan aku terjerembab-jerembab
Wahai Mannan wahai Karim Wahai Fattah wahai Halim
Aku setitik debu namun bersujud kepadaMu
Aku sehelai daun kering namun bertasbih kepadaMu
Aku budak yang kesepian namun yakin pada kasih sayang dan pembelaanMu

Syair Ronggowarsito



Iki sing dadi tandane zaman kolobendu
Lindu ping pitu sedino
Lemah bengkah
Manungsa pating galuruh, akeh kang nandang lara
Pagebluk rupo-rupo
Mung setitik sing mari akeh-akehe pada mati
Zaman kalabendu iku wiwit yen,
Wis ana kreto mlaku tampo jaran
Tanah jawa kalungan wesi
Prau mlaku ing nduwur awang-awang
Kali ilang kedunge
Pasar ilang kumandange
Wong nemoni wolak-walik ing zaman
Jaran doyan sambel
Wong wadon menganggo lanang
Zaman kalabendu iku koyo-koyo zaman kasukan, zaman kanikmatan donya, nanging zaman iku sabenere zaman ajur lan bubrahing donya.
Mulane akeh bapak lali anak
Akeh anak wani ngalawan ibu lan nantang bapak
Sedulur pada cidro cinidro
Wong wadon ilang kawirangane, wong lanang ilang kaprawirane
Akeh wong lanang ora duwe bojo
Akeh wong wadon ora setia karo bojone
Akeh ibu pada ngedol anake
Akeh wong wadon ngedol awakke
Akeh wong ijol bojo
Akeh udan salah mongso
Akeh prawan tuwo
Akeh rondo ngalairake anak
Akeh jabang bayi nggoleki bapake
Wong wadon ngalamar wong lanang
Wong lanang ngasorake, drajate dewe
Akeh bocah kowar
Rondo murah regane
Rondo ajine mung sak sen loro
Prawan rong sen loro
Dudo pincang payu sangang wong
Zamane zaman edan
Wong wadon nunggang jaran
Wong lanang lungguh plengki
Wong bener tenger-tenger
Wong salah bungah-bungah
Wong apik ditapik-tampik
Wong bejat munggah pangkat
Akeh ndandhang diunekake kuntul
Wong salah dianggap bener
Wong lugu kebelenggu
Wong mulyo dikunjara
Sing culika mulya, sing jujur kojur
Para laku dagang akeh sing keplanggrang
Wong main akeh sing ndadi
Linak lijo linggo lica, lali anak lali bojo, lali tangga lali konco
Duwit lan kringet mug dadi wolak-walik kertu
Kertu gede dibukake, ngguyu pating cekakak
Ning mulih main kantonge kempes
Krugu bojo lan anak nangis ora di rewes
Abote koyo ngopo sa bisa-bisane aja nganti wong kelut,keliring zaman kalabendu iku. Amargo zaman iku bakal sirno lan gantine joiku zaman ratu adil, zaman kamulyan. Mula sing tatag, sing tabah, sing kukuh, jo kepranan ombyak ing zaman Entenana zamanne kamulyan zamaning ratu adil

Terjemahannya

Inilah yang menjadi tanda zaman kehancuran :
"Gempa bumi 7 kali dalam sehari,
Tanah pecah belah merekah,
Manusia pada berguguran,
banyak manusia yang ditimpa penyakit,
terjadi berbagai bencana,
dan hanya sedikit saja yang selamat,
kebanyakan meninggal.
Dan Jaman ini ditandai dengan :
Sudah ada kereta yang berjalan tanpa ditarik kuda.
(Kereta Api).
Tanah jawa dikelilingi oleh besi,
(
mungkin maksudnya rel kereta api).
Perahu bisa berjalan di atas awan (pesawatkah?).
Sungai-sungai kehilangan danaunya (diurug jadi perumahan)
Pasar kehilangan keramaiannya (diganti mall - Supermarket)
Manusia menemukan, jaman sudah serba terbalik,
Kuda doyan sambal,
perempuan mengenakan pakaian pria (juga sebaliknya),
Jaman "Kalabendu" itu,
mirip-mirip seperti jaman yang penuh kebahagiaan,
penuh dengan kenikmatan dunia,
namun sebenarnya jaman itu adalah jaman
kehancuran dan kekacauan dunia :
Banyak Bapak lupa sama anaknya (tidak peduli)
Banyak anak yang berani melawan ibu dan menantang bapaknya.
sesama saudara (kakak-beradik) saling berkelahi.
Kaum perempuan kehilangan rasa malunya,
dan kaum pria hilang kesatriaannya.
Banyak pria tidak menikah,
dan banyak wanita kehilangan kesetiaannya.
Banyak ibu yang menjual anaknya,
dan banyak wanita yang menjual dirinya.
Banyak orang yang tukar menukar pasangan.
Makin banyak perawan tua,
dan banyak janda yang melahirkan anak,
Banyak bayi lahir tanpa bapak,
kaum wanita melamar laki-laki,
kaum laki-laki merendahkan drajatnya sendiri.
Banyak anak lahir di luar nikah,
Janda sangat murah harganya,
nilainya hanya satu sen untuk 2 orang.
perawan pun harganya satu sen untuk 2.
Duda senilai harganya dengan 9 orang.

Jaman ini (
Kalabendu) adalah jaman Edan :
wanita menunggang kuda (
kerja keras?),
kaum pria duduk berpangku tangan.
Orang yang benar hanya bisa bengong,
orang yang salah berpesta pora.
Orang baik berusaha disingkirkan,
orang yang moralnya bejat malah naik pangkat.
Banyak komentar yang tidak ada isinya,
orang salah dianggap benar,
orang lugu/jujur malah terbelenggu.
yang salah dipuji dan dihormati,
orang jujur malah hancur.
Banyak pedagang yang menyimpang/curang.
Orang yang bermain judi semakin menjadi,
lupa anak lupa istri, lupa tetangga dan teman.
Uang dan keringat hanya untuk berjudi,
waktu pulang main, kantongnya kosong,
mendengar anak istri menangis tidak digubris.

Seberat apapun hidup,
jangan ikut larut dalam gejolak jaman Kalabendu.
karena jaman itu akan sirna,
dan diganti dengan jaman Ratu Adil,
jaman yang penuh dengan kemuliaan.
Karena itu : "Jadilah orang kokoh,
tegar dan tabah, serta jangan
melakukan hal-hal yang bodoh....!!"
Yusrian ARP

Musibah dan kegagalan adalah cara tuhan mengingatkan manusia bahwa hanya Dialah yg maha berkuasa atas segala keinginan dan segala kehendak

Read More

Kumpulan puisi Idris Wahid

Puisi-puisi Idris Wahid Sajak Para Malaikat Puisi yang belum selesai, kini membangunkan aku dari mimpi hidup, ia menemui malaikat Rahman ...

Foto Saya
My Photo
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS