Kumpulan Puisi Kahlil Gibran
Puisi Entah Karya Endah Ayunda
Oleh Endah Ayunda
Ada setitik air jenuh yang sewaktu-waktu siap menerobos celah sempit dimata ku
Ada ganjalan besar yang kian hari tidak tau akan berkurang atau bertambah besar
Ada hati yang terbalut karena sesuatu yang tidak akan pernah sanggup untuk dijelaskan
sangat tidak mudah,
Berdiri tegak, berjalan sempurna, berlari hebat
Hal yang menyakitkan bagi ku
entah apa yang aku rasa, entah apa yang terjadi dan entah apa yang menyebabkan semuanya begini
kaki yang harus tetap berjalan walau daya tak mampu menggerakan
Apa yang ku rasakan
Entah..
apa lagi yang harus aku tuliskan
Terkadang sesuatu yang dianggap sulit akan berubah begitu cepat menjadi lebih mudah
Huufftt..
Akan ku syukuri apa yang tengah ku rasakan kemarin, kini dan nanti.
Untuk semua, untuk mereka dan untuk diri ku sendiri :)
Puisi surat cinta dari sangkakala
Karya: Acep Syahril
telah kami terima surat cintamu
tertanggal hari ini yang dikirim peniup
seruling sejati diantara kealfaan dan
keasyik masyukkan kami surat cinta yang
engkau tulis dengan tinta biru sebagai
tanda kasih dan maha sayangmu surat cinta
yang begitu panjang menegangkan yang engkau
tulis tak sampai dalam satu tarikan nafas
membuat kami terus menangis terisak tersedu
membaca gugusan kata-kata hancur berserak dengan
tubuh dan nyawa terlunta-lunta
laut udara sebagai ungkapan rindumu yang membuat
kami malu kami tau inilah surat cintamu yang
telah engkau janjikan itu dan telah kami terima
saat mata hati dan perasaan kami menjauh fana
inikah surat cintamu dengan segala
keputusan yang harus kami terima selain bencana
korupsi yang nyaris membuat kami hilang akal
dan putus asa surat cinta yang kertasnya
lembab di tangan kesedihan tak berkira dengan
torehan luka maha dalam
surat cinta yang bercerita tentang hujan dan panas
surat cinta yang bercerita tentang air berwajah
beringas dengan lidah api dari laut lepas surat
cinta yang bercerita tentang angkasa dan
burung-burung meranggas
surat cinta yang bercerita tentang pohon-pohon
dan akar yang dikelupas
surat cinta yang bercerita tentang tanah pasir
dan lendir panas
surat cinta yang bercerita tentang tanah
rumah dan nyawa yang hilang nafas
inikah surat cintamu yang penuh cemburu itu
yang dikirim peniup seruling sejatimu
disaat kami lupa mengingat dan merayumu
surat cinta yang memang sepatutnya kami terima
sebagai bukti bahwa kau benar-benar maha
mencintai sementara kami berpaling dari kemaha
asih dan sayangmu
maafkanlah kami yang telah berselingkuh dari
kemaha setiaanmu dan berpaling ke cinta yang
tak kau ridhoi dengan menabur fitnah hasut dan
saling ingin menguasai tanah sekerabat sedarah
seurat tanah yang kau ciptabentang tegakkan urat
yang kau sebarsuburkan dan darah yang kau
alirhidupkan telah kami
rusak dengan saling mencacah menumbuk
penuh takabur dengan kekuatan
kerakusan dan keserakahan
tapi kini apa yang kami cintai itu telah
engkau ratakan dengan tanah harta tahta
dan dunia berubah runta darah daging dan tulang
membusuk dimana-mana
ibu di mana anak di mana adik di mana kakak
di mana ipar di mana keponakan di mana
saudara famili kerabat dan handai tauland
di mana di mana di mana yatim kan kami titipkan
hari ini kami baru sadar akan jalan pulang
setelah membaca surat cintamu yang panjang
menegangkan surat cinta yang mengingatkan kami
untuk bertandang menemu cahya menemu gulita
menemu alfa menemu cinta
pulang ke bilik ke latifa ke bilik ke sadik
ke bilik baqa
ya Allah
ampunilah kami hamba-hambamu yang tak punya
malu ini ampunilah ampunilah ampunilah kami
ya Allah
Puisi Diatas sepotong hati.
Ini tubuhku sayang,dari tulang dan daging,
Yg bisa patah dan busuk.
Mengapa kau masih menatap baju itu?.
Hanya sebentar kupake.
Tak lama dan akan lapuk dirayapi waktu.
Ingatlah.
Itu hanya buat penampilan luar saja yg bisa menipu matamu.
Jangan terpukau rayunya sayang.
Indahnya pelangi di senja itu bukan karena warna nya.
Inilah jiwaku sayang.
Terdiri dari nafas dan nafsu.
Terbangun dari kun dan kullu.
Sudah laah....
Jangan terpukau kicau kenari.
Tapi rasakan siapa yg menyanyi.
30102016.balikpapan YE
Puisi Tuhanku
TUHANKU
Oleh Herawati Mansur
Tuhanku...
Aku bersujud kepadamu
untuk mendapat ridho darimu
Aku menyebut asmamu
untuk memujamu
Tuhanku...
Aku takkan pernah lelah
untuk selalu bersujud kepadamu
Aku takkan pernah letih
untuk selalu menyebut asmamu
Tuhanku...
Tuntunlah aku menuju jalanmu
Ridhoilah aku di setiap langkahku
Rahmatilah aku di setiap aktivitasku
Wahai tuhanku...
Jadikanlah tidurku sebagai ibadahku
Jadikanlah tangisku sebagai pengahapus dosaku
dan Jadikanlah aku bidadari syurgamu .
Puisi Patahnya sayap malaikat
PATAHNYA SAYAP MALAIKAT
Oleh Rahimatus Sania
Aku begitu sakit saat menatap langit
mengharap kamu jatuh untuk datang kepelukan ku
begitu egois nya kah aku?
mengharap seorang malaikat untuk mematahkan sayap nya?
Aku menunggu terus menunggu
berlinang air mata aku menatap mu
dari bawah sini wajah mu begitu memaku
meski aku mencoba untuk beranjak
mata ini masih terus melihat mu
Tidak ada kedamaian yang ku dapat
aku hanya bermimpi buruk
menunggu mu jatuh
aku membisu menahan nafas saat menyadari kamu masih disana
Kata selamat pagi tiada guna nya
karena kamu selalu disamping mentari
apa kamu mendengarkan harapan kosong ku ini?
Tidak bisakah kita jatuh bersama?
Bslas budi burung bangau
Dahulu kala di suatu tempat di Jepang, hidup seorang pemuda bernama Yosaku. Kerjanya mengambil kayu bakar di gunung dan menjualnya ke kota. Uang hasil penjualan dibelikannya makanan. Terus seperti itu setiap harinya.
Hingga pada suatu hari ketika ia berjalan pulang dari kota ia melihat sesuatu yang menggelepar di atas salju. Setelah di dekatinya ternyata seekor burung bangau yang terjerat diperangkap sedang meronta-ronta. Yosaku segera melepaskan perangkat itu.
Bangau itu sangat gembira, ia berputar-putar di atas kepala Yosaku beberapa kali sebelum terbang ke angkasa.
Karena cuaca yang sangat dingin, sesampainya dirumah, Yosaku segera menyalakan tungku api dan menyiapkan makan malam. Saat itu terdengar suara ketukan pintu di luar rumah.
Ketika pintu dibuka, tampak seorang gadis yang cantik sedang berdiri di depan pintu. Kepalanya dipenuhi dengan salju.
“Masuklah, nona pasti kedinginan, silahkan hangatkan badanmu dekat tungku, ujar Yosaku.
“Nona mau pergi kemana sebenarnya ?, Tanya Yosaku.
“Aku bermaksud mengunjungi temanku, tetapi karena salju turun dengan lebat, aku jadi tersesat.
“Bolehkah aku menginap disini malam ini ?.
“Boleh saja Nona, tapi aku ini orang miskin, tak punya kasur dan makanan. ,kata Yosaku.
“Tidak apa-apa, aku hanya ingin diperbolehkan menginap.
Kemudian gadis itu merapikan kamarnya dan memasak makanan yang enak.
Ketika terbangun keesokan harinya, gadis itu sudah
menyiapkan nasi. Yosaku berpikir bahwa gadis itu akan segera pergi, ia akan merasa kesepian.
Salju masih turun dengan lebatnya.
“Tinggallah disini sampai salju reda. kata Yosaku. Setelah lima hari berlalu salju mereda. Gadis itu berkata
kepada Yosaku, “Jadikan aku sebagai istrimu, dan biarkan aku tinggal terus di rumah ini. Yosaku merasa bahagia menerima permintaan itu.
“Mulai hari ini panggillah aku Otsuru, ujar si gadis. Setelah menjadi Istri Yosaku, Otsuru mengerjakan pekerjaan rumah dengan sungguh-sungguh. Suatu hari, Otsuru meminta suaminya, Yosaku, membelikannya benang karena ia ingin menenun.
Otsuru mulai menenun. Ia berpesan kepada suaminya agar jangan sekali-kali mengintip ke dalam penyekat tempat Otsuru menenun.
Setelah tiga hari berturut-turut menenun tanpa makan dan minum, Otsuru keluar. Kain tenunannya sudah selesai.
“Ini tenunan ayanishiki. Kalau dibawa ke kota pasti akan terjual dengan harga mahal.
Yosaku sangat senang karena kain tenunannya dibeli orang dengan harga yang cukup mahal. Sebelum pulang ia membeli bermacam-macam barang untuk dibawa pulang.
“Berkat kamu, aku mendapatkan uang sebanyak ini, terima kasih istriku. Tetapi sebenarnya para saudagar di kota menginginkan kain seperti itu lebih banyak lagi.
“Baiklah akan aku buatkan, ujar Otsuru. Kain itu selesai pada hari keempat setelah Otsuru menenun. Tetapi tampak Otsuru
tidak sehat, dan tubuhnya menjadi kurus. Otsuru meminta suaminya untuk tidak memintanya menenun lagi.
Di kota, Sang Saudagar minta dibuatkan kain satu lagi untuk Kimono tuan Putri. Jika tidak ada maka Yosaku akan dipenggal lehernya. Hal itu diceritakan Yosaku pada istrinya.
“Baiklah akan ku buatkan lagi, tetapi hanya satu helai ya, kata Otsuru.
Karena cemas dengan kondisi istrinya yang makin lemah dan kurus setiap habis menenun, Yosaku berkeinginan melihat ke dalam ruangan tenun.
Tetapi ia sangat terkejut ketika yang dilihatnya di dalam ruang menenun, ternyata seekor bangau sedang mencabuti bulunya untuk ditenun menjadi kain. Sehingga badan bangau itu hampir gundul kehabisan bulu.
Bangau itu akhirnya sadar dirinya sedang diperhatikan oleh Yosaku, bangau itu pun berubah wujud kembali menjadi Otsuru.
“Akhirnya kau melihatnya juga, ujar Otsuru. “Sebenarnya aku adalah seekor bangau yang dahulu
pernah Kau tolong, untuk membalas budi aku berubah wujud menjadi manusia dan melakukan hal ini, ujar Otsuru.
“Berarti sudah saatnya aku berpisah denganmu, lanjut
Otsuru.
“Maafkan aku, ku mohon jangan pergi, kata Yosaku.
Otsuru akhirnya berubah kembali menjadi seekor bangau. Kemudian ia segera mengepakkan sayapnya terbang keluar dari rumah ke angkasa.
Tinggallah Yosaku sendiri yang menyesali perbuatannya.








