Puisi Mayapada Javapusakaningrat

MAYAPADA JAVAPUSAKANINGRAT
Oleh Wisnu Guntur Samudra

Mata kodak terpaku loka tak bertuan
Gemah ripah loh jinawi
Julukannya
Kudapan budaya sarat nuansa makna
Takkan lindap kendati termakan zaman

Masehi.

Dora , Sembada utusan Ajisaka
Berputih tulangsetelah mengadu senjata
Mungkin tak berpedang, namun bersenjata
Kelumit gandeng kata
Mewedar semarak panah Sang Aji

Tertoreh dalam secarik lontar.
Bertikam hikayat epik nan mencekam :

// Ha Na Ca Ra Ka
Mukti kawisesaning Sang Hyang Agung
Harap insan dalam antero purnama Ilahi
Cinta sejati terbersit dari nurani
Kobarkan hasrat sampai aki nini

// Da Ta Sa Wa La
Hidup berbalut apa adanya
Pandang visi nan jauh di mata
Tularkan untaian kasih bak kasih Tuhan
Arungi sinus implikasi
Tanpa batas

// Pa Dha Ja Ya Nya
Memahami kodrat
Hingga detak tak berdegup
Pun nafas tak terhembus

// Ma Ga Ba Tha Nga
Selaras diri bersatu dengan alam
Melucuti ego nan sekian terpendam
Lahirkan indraloka
Bersimpangan bujur dan melintang

Puisi Sajak Embun

Sajak Embun

Karya  Ahmadun Yosi Herfanda

Hanya karena cinta embun menetes
dari ujung bulu matamu, membasahi
rumput dan daun-daun, lalu meresap
ke jantungku. cacing-cacing pun berzikir
padamu, mensyukuri kodratnya tiap waktu

siapa yang menolak bersujud padamu
yang tak bersyukur karena karuniamu?
barangkali hanya orang-orang congkak itu
orang-orang yang berjalan dengan kepala
mendongak ke langit sambil melirik
dengan cibiran harimau

hanya karena cinta hujan menetes
dari sudut pelupuk matamu, membasahi rambutku
menyusup ke pori-pori tubuh, syaraf dan nadi
menghijaukan kembali taman hatiku
burung-burungpun bernyanyi karenaku
berzikir dan bersujud padamu
– ya allah, ampuni adaku padamu!

Puisi Emha Ainun Najib berjudul Ketika Engkau Bersembahyang

Ketika Engkau Bersembahyang

Karya Emha Ainun Najib

Ketika engkau bersembahyang
Oleh takbirmu pintu langit terkuakkan
Partikel udara dan ruang hampa bergetar
Bersama-sama mengucapkan allahu akbar

Bacaan Al-Fatihah dan surah
Membuat kegelapan terbuka matanya
Setiap doa dan pernyataan pasrah
Membentangkan jembatan cahaya

Tegak tubuh alifmu mengakar ke pusat bumi
Ruku' lam badanmu memandangi asal-usul diri
Kemudian mim sujudmu menangis
Di dalam cinta Allah hati gerimis

Sujud adalah satu-satunya hakekat hidup
Karena perjalanan hanya untuk tua dan redup
Ilmu dan peradaban takkan sampai
Kepada asal mula setiap jiwa kembali

Maka sembahyang adalah kehidupan ini sendiri
Pergi sejauh-jauhnya agar sampai kembali
Badan di peras jiwa dipompa tak terkira-kira
Kalau diri pecah terbelah, sujud mengutuhkannya

Sembahyang di atas sajadah cahaya
Melangkah perlahan-lahan ke rumah rahasia
Rumah yang tak ada ruang tak ada waktunya
Yang tak bisa dikisahkan kepada siapapun

Oleh-olehmu dari sembahyang adalah sinar wajah
Pancaran yang tak terumuskan oleh ilmu fisika
Hatimu sabar mulia, kaki seteguh batu karang
Dadamu mencakrawala, seluas 'arasy sembilan puluh sembilan

Puisi Satu Malam di jalan Braga

SATU MALAM DI JALAN BRAGA
Karya Sufiono,-

Hamparan braga terbentang batu-batu alam
diselimut dingin gemerlap cahaya lampu
tumbuh berserakan bunga-bunga dunia
bercengkerama terselip cinta sesaat
dari caffe trotoar sang juru parkir
tak henti-hentinya melayani tamu bergentayangan
senandung kecapi terseok-seok tarian jemari
tergerus alunan barat menepis priyangan
sedikitpun tak merasa prihatin
campu dan bajigur tak ada lagi bersanding
berselempang sarung berkebaya lugu
hanya seronok hamburger empuk dimanjakan
dompet tebal saweran bergizi
tertatih-tatih mengembalikan priangan asli
filter tameng di hati sendiri.

Bandung, 6 Juli 2014

Puisi Perjalan Kelangit

Perjalanan Ke Langit

Karya Kuntowijoyo

Bagi yang merindukan
Tuhan menyediakan
Kereta cahaya ke langit
Kata sudah membujuk
Bumi untuk menanti

Sudah disiapkan
Awan putih di bukit
Berikan tanda
Angin membawamu pergi
Dari pusat samudera

Tidak cepat atau lambat
Karena menit dan jam
Menggeletak di meja
Tangan gaib mengubah jarum-jarumnya
Berputar kembali ke-0

Waktu bagi salju
Membeku di rumputan
Selagi kaulakukan perjalanan.

Puisi Emha Ainun Najib berjudul Tahajud Cintaku


Tahajjud Cintaku

Karya Emha Ainun Najib

Maha anggun Tuhan yang menciptakan hanya kebaikan
Maha agung ia yang mustahil menganugerahkan keburukan

Apakah yang menyelubungi kehidupan ini selain cahaya
Kegelapan hanyalah ketika taburan cahaya tak diterima

Kecuali kesucian tidaklah Tuhan berikan kepada kita
Kotoran adalah kesucian yang hakikatnya tak dipelihara

Katakan kepadaku adakah neraka itu kufur dan durhaka
Sedang bagi keadilan hukum ia menyediakan dirinya

Ke mana pun memandang yang tampak ialah kebenaran
Kebatilan hanyalah kebenaran yang tak diberi ruang

Maha anggun Tuhan yang menciptakan hanya kebaikan
Suapi ia makanan agar tak lapar dan berwajah keburukan

Tuhan kekasihku tak mengajari apa pun kecuali cinta
Kebencian tak ada kecuali cinta kau lukai hatinya

Kumpulan Puisi Kahlil Gibran

              Kumpulan Puisi Kahlil Gibran
Selamat siang blogger,ada beberapa buah puisi karya pujangga besar dunia Kahlil Gibran saya share siang ini.Semoga saja ini menjadi hiburan buat hati yg lagi resah...yuuu simak baik baik...




Anak.
Dan seorang perempuan yg mengendong bayi dalam dekapan dadanya berkata.Bicaralah kepada kami perihal anak.
Dan dia berkata.Anak anakmu bukanlah anak anakmu.
Mereka adalah anak anak kehidupan yg rindu akan dirinya sendiri.Mereka dilahirkan melalui engkau tapi bukan dirimu.Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu.
Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu tapi bukan pikiranmu.karena mereka memiliki pemikiran sendiri.Engkau bisa merumahkan tubuh tubuh mereka,tapi bukan jiwa mereka..Karena jiwa jiwa itu tinggal dirumah hari esok,yg tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi.
Engkau bisa menjadi mereka,tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu.Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada dimasa lalu
Engkau adalah busur busur tempat anakmu menjadi anak anak panah yg hidup diluncurkan.Sang pemanah telah membidik kearah keabadian dan ia meregangkanmu dengan kekuatannya,sehingga anak anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh.Jadikanlah tarikan sang pemanah itu sebagai kegembiraan.




CINTA
Lalu berkatalah Almitra.Bicaralah pada kami perihal cinta.
Dan mengangkatkan kepalanya dan memandang kearah kumpulan manusia itu.Dan keheningan menguasai mereka.Dan dengan suara lantang dia berkata:
Pabila cinta menggamitmu,ikutlah ia,walaupun jalannya sukar dan curam.Pabila ia mengepakkan sayapnya.Engkau serahkanlah dirimu kepadanya,walaupun pedang yg terselip pada sayapnya akan melukai dirimu.
Pabila ia berkata kata percayalah padanya,walupun suaranya akan menghancurkan mimpimu,seperti angin utara yg memusnahkan taman taman,karena sekalipun cinta memahkotakanmu,ia juga akan mengorbankanmu.Walaupun ia menyuburkan dahan dahanmu,ia juga mematahkan ranting rantingmu.
Walaupun ia memanjat dahanmu yg tinggi dan mengusap ranting rantingmu yg gemetar dalam remang cahaya matahari,ia juga turun ke akar akarmu dan menguncangkan sari perut bumi.
Seperti seberkas jagung.ia akan mengumpulmu untuk dirinya,membantingmu sehingga engkau bogel.mengayakakanmu sehingga terpisah dari kulitmu.mengisarkanmu sehingga menjadi putih bersih.mengulimu agar kamu mudah dibentuk dan selepas itu membakarmu diatas bara api.Agar kamu menjadi sepotong roti yg diberkati.Untuk hidangan kenduri tuhanmu yg suci.


Wajah wajah.
Waktu tak pernah adil.
Kadang ia berikan waktu yg panjang untuk kesedihan.
Dan ia berikan waktu yg sangat pendek untuk merecap kebahagiaan.
Namun nikmat Nya yg manakah yg harus kudustai?...

Panjang pendek waktu harus kunikmati.
Sedih ku syukuri,bahagia kusyukuri.
karena hidup hanya sekali.


Ketika kusedih
kuingat mereka yg sedikitnya mengingatku.
Agar ingatan mereka tentangku tak kan pernah pudar.

Ketika kubahagia.
Kuingat mereka yg sedang sedih.
Agar aku datang dan menghibur mereka,
Atau menangis bersama.

Cinta...Rindu...Benci...Cemburu.
Sudah tak ingin kurasakan lagi.
Tak mungkin memulai kisah yg tak mungkin terjadi.

Hanya kasih yg kutebarkan,hanya kasih...

Maka kupejamkan mata dan mengingat wajah wajah..
Wajah wajah yg pernah mengenalku satu persatu.
Wajah wajah yg dengan mengingatnya kujadi bahagia
Dan salah satu wajah itu adalah KAU...






Musim dingin.
Dekatlah kemari,oh teman sepanjang hidupku
Dekatlah padaku,dan jangan biarkan sentuhan musim dingin mencelah diantara kita.
Duduklah disampingku didepan tungku.
Sebab nyalaan api adalah satu satunya nyawa musim ini.

Bicaralah padaku tentang kekayaan hatimu.
Yg  jauh lebih besar daripada unsur alam yg menggelodak diluar pintu
Palanglah pintu dan patri engselnya.
Sebab wajah angkasa menekan semangatku.dan pemandangan ladang ladang salju.
Menimbulkan tangis dalam jiwaku.

Tuangkan minyak kedalam lampu,jangan biarkan ia pudar,
Letakkan dekat wajahmu,supaya aku boleh membaca dalam tangis,
Apa yg telah ditulis pada wajahmu.
Tentang kehidupan kau bersamaku.

Berilah aku anggur musim gugur,dan mari minum bersama sambil
Mendendangkan lagu kenangan pada ghairah musim bunga dan layanan hangat musim panas,serta anugerah tuaian musim gugur.

Dekatlah padaku,oh kekasih jiwaku,api mendingin dalam tungku
Menyelinap padam nyalanya satu satu
Dari timbunan abu
Dekaplah aku,sebab aku ngeri akan kesepian
Lampu meredup,dan anggur minuman membuat mata sayu mengatup
Mari kita saling berpandangan sebelum mata tertutup.

Cari aku dalam rabaan,
Temui aku dalam pelukan
Lalu biarkan kabut malam merangkul jiwa kita menjadi satu

Kucuplah aku,kekasihku
Karena musim dingin telah merenggut segala
Kecuali bibir yg berkata:
Engkau dalam dekapan,oh kekasihku abadi
Betapa dalam dan kuat samudera lena
Dan betapa cepatnya subuh...

Batu Kelapa.
Dua muda bercermin cahaya
Sesaat terik melepas biasnya diperigi harap
Jengkal waktu merayap malas
Bertali dua perempuan paruh
Nafas luruh ditepi
Daun kaca;
Merayu sepasang batu kelap,terpukul nyata
Keajaiban bagai memikat beliung rasa dua muda itu
Dan gegas melambung paruh demi sepasang batu kelapa;
Memundak gersang terka

Tak lama batu kelapa menanak santannya ditempurung berekor bulu
Mengasah dua muda untuk menilik;

Adanya kisah batu dikelapa selepas gelap.
Yusrian ARP

Musibah dan kegagalan adalah cara tuhan mengingatkan manusia bahwa hanya Dialah yg maha berkuasa atas segala keinginan dan segala kehendak

Read More

Kumpulan puisi Idris Wahid

Puisi-puisi Idris Wahid Sajak Para Malaikat Puisi yang belum selesai, kini membangunkan aku dari mimpi hidup, ia menemui malaikat Rahman ...

Foto Saya
My Photo
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS